Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita: Semakin

Semakin - Season 3 - Episode 10 (Special Edition)

Episode 10 - Tercampur "Bagaimana rasanya hampir setahun cerita ini tayang, namun hanya 40 episode (total)" kataku "Tidak apa-apa, 40 episode pun syukur" kata Iwan "Tapi, mengapa kau menghentikan perjalanan ini" lanjut Iwan "Kamu mungkin sudah tahu, Wan. Cerita ini kurang diminati, padahal inilah cerita pertama yang kubuat." kataku "Mungkin salahmu juga, aku bisa melakukan hal yang tidak mungkin" kata Iwan "Ya, mungkin saja" kataku . . "Eh, ada Nafis" kata Ibu Iwan Aku pun menyalimi Ibu dan Ayahnya Iwan "Sejak kapan kau datang?" kata Ayah Iwan "Baru saja" kataku "Kok kalian kenal" kata Iwan "Lah, kan dia yang membuat cerita ini, masa gak kenal" kata Ibu Iwan "Kenal sih" kata Iwan Aku hanya tersenyum . . "Assalamu Alaikum" kata Azmi "Wa alaikum salam" kataku "Mana temanmu?" lanjutku "Dia sedang....." kata Azmi "Assalamu Alai...

Semakin - Season 3 - Episode 9

Episode 9 *alur dipercepat Akhirnya tiba pulang sekolah Iwan bergegas untuk pulang Namun di tengah jalan.... Brakk..... Kecelakaan terjadi . . . "Dimana aku sekarang?" tanya Iwan "Di rumah sakit" kata seorang dokter "Kenapa aku berada di rumah sakit?" tanya Iwan lagi "Kau ditabrak mobil" kata dokter "Untung kau masih bisa hidup" lanjut dokter "Aku pengen pulang ke rumah" kata Iwan "Tenang, kamu harus istirahat. Ada kok orang tuamu di luar" kata dokter "Mana mereka" kata Iwan sambil bangun "Tunggu, kakiku terasa kaku" kata Iwan "Berarti kau lumpuh" kata dokter "Apa?" kata Iwan "Salahmu juga lari saat menyeberang" kata ayah Iwan "Iya juga ya" kata Iwan "Tunggu, bagaimana ayah tau" lanjut Iwan "Ayah kan pulang dari bekerja juga, nah, ayah melihat Iwan menyeberang, kemudian ada yang mencoba menyalip ayah dan menabrak Iwan" kata ayah Iwan ...

Semakin - Season 3 - Episode 8

Episode 8 Sesampainya di sekolah "Sekolah ini ditutup" Tertulis di kertas yang ditempelkan di gerbang yang tertutup "Apa?" kata Iwan "Aku lebih baik menanya orang disekitar" lanjut Iwan Iwan pun mulai menanya orang disekitar, akhirnya, semua orang berkata, sekolah ini benar-benar ditutup "Pulang saja lah" kata Iwan "Assalamu Alaikum" kata Iwan sambil memasuki rumahnya "Wah, kok pulang" kata ibunya yang baru saja selesai berseragam untuk bekerja "Iya nih bu, sekolahnya ditutup" kata Iwan Ibu Iwan pun mengingat sesuatu "Astaghfirullahal Azhim, ibu lupa memberitahu dirimu tentang itu, padahal kemarin ada laporan tentang berita itu" kata Ibu Iwan "Apa beritanya" kata Iwan "Ya, sekolah itu ditutup" kata Ibu Iwan "Ah sudahlah, mungkin sudah takdir ku, tidak bisa bersekolah" kata Iwan Tiba-tiba muncul dari kamarnya, si Remaja "Tapi kau tetap bisa belajar, nanti ku ajarkan beberap...

Semakin - Season 3 - Episode 7

Episode 7 Mereka pun memasuki portal "Hah, kembali ke rumahku lagi?" kata Iwan "Emang disini?" lanjut Iwan "Lah, bukannya kamarmu kotor tadi?" kata Azmi "Hooh" kata Iwan "Kenapa sekarang bersih?" kata Azmi "Aku juga tidak tau" kata Iwan "Dia disini" kata Azmi Kemudian Iwan duduk di ranjangnya karena kecapaian Azmi menggeser lemari hingga menutup portal "Bukannya gelap, malah silau bro" kata Iwan Azmi menghiraukannya, dia membuka pintu lemari dan "Kak Dinda?" kata Iwan "Bagaimana mungkin kamu ada disini?" tanya si Remaja "Padahal aku baru saja bersembunyi di belakang lemari, tidak sadar aku ada dia" kata si Remaja "Hanya sedikit trik" kata Dinda "Yang pastinya, aku berterima kasih kepada orang tua Iwan karena telah mau bekerja sama untuk........" "Ulang Tahunmu" kata orang tua Iwan sambil memasuki kamar Iwan dan membawa nasi putih "Untuk tidak ...

Semakin - Season 3 - Episode 6

Episode 6 "Aduh, punggungku" kata Nawi "Apakah kau tidak apa-apa" kata Iwan "Ya, aku tidak apa-apa" kata Nawi dengan suara keras sambil meninggalkan ayahnya dengan jalan yang tertatih-tatih menuju portal -- "Aku sungguh tidak percaya anak kecil sudah punya anak" kata Azmi, bicara kepada si Remaja "Mungkin bro, dengan portal ini yang dari masa depan bisa kemasa lalu" kata si Remaja "Entahlah, aku masih bingung" kata teman si remaja -- Tok Tok Tok "Assalamu Alaikum" teriak orang tua Iwan dari luar Iwan pun berlari dari kamarnya menuju pintu "Wa Alaikumus Salam" kata Iwan sambil membuka pintu "Tidak biasanya kalian se-awal ini pulang bekerja" lanjut Iwan "Hari ini kami diberi keringanan oleh Bos" kata Ayah Iwan "Oh ya, berita bagus apa yang ada hari ini" kata Iwan "Sebenarnya tidak bagus sih, ada penculikan seorang gadis, nah fotonya" kata Ibu Iwan "Bukankah ini Kak...

Semakin - Season 3 - Episode 5

Episode 5 Ya, Nawi hanya memanfaatkan "ayah"nya sendiri, dengan cara berdurhaka. Ketika Nawi ingin kembali ke portal, lemari yang seharusnya jauh disamping portal, bergerak dengan sendirinya sehingga menutup portal. Nawi yang kaget pun langsung terloncat mundur, lemari itu pun terbuka dengan perlahan, Nawi semakin ketakutan, ternyata, itu adalah si Remaja "Bukannya kamu tadi pulang?" tanya Nawi "Tidak, aku hanya menggunakan sedikit trik" kata si Remaja "Kalau belum pulang, pulang lagi sana" kata Nawi dengan kasar "Aku sengaja tidak pulang" kata si Remaja "Kenapa?" tanya Nawi dengan kasar "Aku mendengar keributan di rumahku, suatu sore, aku mendengar keributan di dapurku, dan aku mengintip, ternyata itu kalian" kata si Remaja "Terus apa?" kata Nawi dengan kekasarannya "Kau terlalu durhaka dengan ayahmu, itu, Iwan itu adalah diriku saat muda, beraninya kau dengan ayahmu!, beraninya denganku, aku dulu ham...

Semakin - Season 3 - Episode 4

Episode 4 Waktu terus berlalu, hingga saat penentuan, yakni kelulusan Ternyata Iwan mendapat rangking 1 sekaligus juara umum Sementara Nawi mendapat rangking 1 (dari bawah :v ) dan mendapat predikat siswa terbodoh di sekolah Ada apa sebenarnya dengan Nawi? - Saat Haulan Semua orang sudah pulang, kecuali keluarga Iwan, dan Nawi "Tok Tok Tok" bunyi pintu yang di ketuk Ayah dan ibu Iwan pun mendatangi tamu tersebut Sementara itu "Plak" suara tamparan keras "Kamu bukan ayahku" kata Nawi Astaga, berbau sinetron lagi ini -_- "Jangan tidak mengaku, aku melihat nama ayahmu saat kau membakar akta kelahiranmu. Itu namaku" kata Iwan "Mentang-mentang kita seperti seumuran, hanya kau yang datang dari masa depan, gak mengakui!!" lanjut Iwan "Pokoknya, aku tidak mau kau menjadi ayahku. Titik!!" kata Nawi "Cerdas sekali kamu" kata Iwan Lha, katanya "Cerdas sekali kamu". Kok jadi siswa terbodoh? "Yes, aku didoakan cerd...

Semakin - Season 3 - Episode 3

Episode 3 "Hah? Kamu udah punya anak" tanya si ibu kepada si anak "Kan dia dari masa depan, ya, mungkin kan" kata si anak "Bener juga" kata si ibu Haulan pun berakhir, dan mereka pun saling mengobrol Hingga...... Semua orang pulang, dan tersisa keluarga si anak "Mengapa kau tak bilang-bilang" kata si ibu "Ya, gimana caranya juga aku bilang kepada ibu" kata si anak "Bilang aja, ibu gak marah kok" kata si ibu "Oke, nanti jika hal seperti ini terjadi lagi" kata si anak Waktu terus berlalu, dan tibalah pagi hari, dimana si anak harus bersekolah "Aku pergi dulu, bu, juga yah" kata si anak Walau si anak memang baru bersekolah, tapi dia diletakkan ke kelas yang sesuai dengan umurnya, yakni kelas 6 Dan hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional Entah mengapa, si anak mengerjakannya dengan santai tapi serius Dia hanya perlu menunggu hasilnya (nanti) - Di lain sisi Anaknya juga menghadapi Ujian Nasional, entah menga...

Semakin - Season 2 - Episode 18

Episode 18 "Alhamdulillah, masalah pada selesai, ya" kata si anak "Perasaan masih ada" kata si ibu "Apa itu" kata si anak "Kita belum mengetahui kabar si remaja" kata si ibu "Benar juga, ya" kata si anak ---- Dilain Sisi --- "Hm, baiknya sifat anak itu, andai aku punya anak seperti dia" kata si pria tua kepada dirinya sendiri "Tapi apalah dayaku, istriku sudah meninggal" lanjut si pria tua "Istriku tidak diketahui meninggal karena apa, atau jangan-jangan..." -- Disisi yang lainnya lagi -- "Kenapa kau bersedih" tanya si gadis kepada teman si remaja "Aku cuman bingung, padahal kita yang berteman sejak kecil, mengapa kau memilih temanku yang jahat itu" kata teman si remaja "Kau sudah tahu, aku hanya terpaksa" kata si gadis "Ya sudahlah" -- Di sisi lain -- "Ya Allah, aku sudah salah besar" kata si remaja "Maafkan aku Ya Allah, aku baru sadar" lanjut si...

Semakin - Season 3 - Episode 2

Episode 2 Portal terbuka kembali, dengan ada orang yang muncul dari portal tersebut. Ternyata yang muncul dari tersebut adalah anak si pria tua, alias anaknya dari si anak (?) "Untuk apa kau kesini" kata si anak - Beberapa tahun yang lalu.... "Hadeh, kotornya tempat ini" Yap, si anak sedang berada di rumah si pria tua Si anak pergi ke dapur, ternyata ada orang yang mengotori rumah. "Hei!" seru si anak Orang itupun langsung kabur Namun dia mau membakar sesuatu, dan dapat dibatalkan oleh si anak. Ternyata yang mau dibakar orang tersebut adalah akta kelahiran. Dia pun melihat akta kelahiran tersebut, dan tidak disangka dia adalah ayah dari orang tersebut "Gak kusangka akan seperti ini" kata si anak - Saat ini "Maaf kan aku, yah" kata anak dari si anak "Tunggu, apa" kata si ayah dan si ibu "Kacau kan" kata si anak Si anak dari si anak pun bergabung haulan tersebut Ya, ceritanya sungguh jadi kacau di season 3 ini Bersambu...

Semakin - Season 3 - Episode 1

Sudah 4 tahun setelah Idul Fitri itu, ketika semua mulai berubah. Si anak sudah berumur 12 tahun. Yap, dia sekarang kelas 6. Bagaimana dengan pria tua?. Pria tua meninggal saat Idul Adha. - Bagaimana dengan remaja dan temannya?. Mereka menjadi sahabat untuk selamanya, serta mereka bersama-sama menjadi ustadz. - Bagaimana dengan pacar remaja?. Dia diculik dan sampai saat ini, kami belum tahu keadaannya. - Bagaimana dengan orang tua sang anak Sang Bos dari ayah kekurangan pembaca berita, dan si ayah memasukkan si ibu untuk pekerjaan itu, dan si ibu diterima. Kebetulan sekali, si ayah menjadi kameramen segmen acara si ibu - Bagaimana dengan dirimu, penulis?. Aku hanya berdoa, semoga kalian (para pembaca) senang dengan keadaan para tokoh - Bagaimana keadaan portal Portal sudah tertutup, karena pencipta portal (si pria tua) sudah meninggal Cerita Hari ini adalah haulan ke-4 dari si pria tua sekaligus Idul Adha. "Gak kerasa, sudah 4 tahun" kata si anak "Iya" kata pacar si...

Semakin - Season 2 - Episode 20

Episode 20 "Aku kemaren mabuk lagi, dan tidak sengaja....." kata si remaja "Membunuh istriku" kata si pria tua "Tunggu, apa?" kata si ibu "Bagaimana bisa" kata si anak "Akhir-akhir ini, portal eror, katanya istriku ingin menjenguk kalian, malah muncul dekat bar" kata si pria tua "Darimana kau tahu dia muncul di dekat bar" tanya si anak "Aku melihatnya" kata si gadis "Tapi apalah daya" lanjut si gadis "Kami turut berduka" kata si ayah --- Tok tok tok "Siapa itu" kata si ibu "Biar aku saja yang membuka" kata si ayah Ternyata itu adalah bosnya "Ini sedekah dari kami" kata si bos "Tapi darimana anda mendapatkan uang ini" tanya si ayah "Ini adalah uangmu" kata si bos "Tunggu, berarti..." kata si ayah "Ya, selama ini aku menyamar menjadi supir taksi yang selalu kamu naiki" kata si bos "Terimakasih banyak, mau masuk" kata si ...

Semakin - Season 2 - Episode 19

Episode 19 Semuanya menjadi tenang sejak saat itu. Waktu pun terus menerus berlalu. Hingga Idul Fitri. Sepulang dari masjid, keluarga ini dikejutkan dengan banyak makanan dan cemilan di meja didepan sofa. "Siapa yang meletakkan ini" tanya si anak "Kita semua kan pergi ke masjid, siapa juga dari kita yang bisa meletakkan ini" kata si ayah Tiba-tiba muncul si remaja. "Kau yang menyediakan ini" tanya si anak "Tidak, aku hanya mengantarkan kesini. Bukan aku yang membuatnya" kata si remaja "Lantas, siapa?" tanya si anak lagi "Mereka" kata si remaja Dan muncullah si pria tua, si gadis, dan teman si remaja "pria tua itu bagian resepnya, temanku mencari bahan-bahannya ditoko, dan pacarku yang memasak itu" kata si remaja "Jadi adil gitu" kata si ayah "Ayo kita duduk" kata si ibu Mereka pun duduk sambil nonton tv dan sambil makan cemilan "Ini enak sekali" kata si anak "Aku jadi teringat kita ...

Semakin - Season 2 - Episode 17

Episode 17 "Orang-orang ini adalah yang berkaitan dengan si remaja, kecuali si pria tua ini, dia adalah anak kita dimasa depan" kata si ibu "Oke" kata si ayah Allahu Akbar, Allahu Akbar Sudah terdengar azan ashar "Kami pulang dulu, ya" kata teman si remaja dan si gadis "Silahkan" kata si pria tua "Tunggu, kau tinggal disini?" kata si ayah "Tidak, aku juga punya rumah" kata si pria tua "Lantas, mengapa kau tetap disini?" kata si ayah "Aku sedikit bingung, orang yang sama, tapi sifatnya bisa berbeda, berbeda denganku, berbeda dengan si remaja" kata si pria tua "Ah sudahlah, aku pulang dulu" lanjut si pria tua "Oke" kata mereka Rumah menjadi sunyi "Nak, ayo bangun" kata si ibu Si anak pun bangun. "Ada apa" kata si anak "Sudah Ashar" kata si ibu Si anak pun pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu si ayah. Si anak shalat di kamarnya, setelah shalat dia kemb...

Semakin - Season 2 - Episode 16

Kuis Jawaban : Kameramen Penjawab : - Episode 16 "Sambil membawa si remaja tadi, aku melihat dia membawa pisau ditangan kirinya, kemudian terlepas dan tiba-tiba dia tersadar." lanjut si gadis "Tunggu, pisau?. Apakah pisau itu sudah berdarah?" tanya si pria tua "Aku tidak bisa melihat kiri-kanan karena gelap, aku hanya bisa melihat ke depan. Karena rumahku lurus saja dari gang disana." kata si gadis "Mengapa memilih gang, padahal ada jalan, jalannya itu terang" kata teman si remaja "Sekali-kali" kata si gadis "Kok jadi begini masalahnya, ruwet bener" kata si ibu Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti. Si ayah terlihat keluar dari mobil itu dan memberi uang. "Assalamu Alaikum" kata si ayah sambil membuka pintu "Wa alaikum salam" kata mereka serentak sambil menengok kebelakang. "Ayo sini, duduk, masih ada jarak disofa" kata si ibu sambil memindahkan kepala si anak ke pangkuannya "Ah, tidur ter...

Semakin - Season 2 - Episode 15

Episode 15 Sang ibu pun pergi ke kamar si anak, dan si ibu melihat seorang gadis. "Saya kira dirumah ini orangnya tidak ada" kata si gadis "Darimana kamu muncul" tanya si ibu "Tadi aku ke rumah pacarku, ternyata tidak ada di ruang tamu, aku pun masuk ke dapur dan melihat portal dan tadi aku sempat menjatuhkan lemari itu, namun kuletakkan ketempat semula" kata si gadis "Mari ke ruang tamu" kata si ibu "Hai" kata teman si remaja "Kau ada disini?" kata si gadis "Sudah daritadi" kata teman si remaja "Kalian saling kenal?" kata si ibu "Ya iyalah, dia itulah yang kita bicarakan tadi" kata teman si remaja "Pacar si remaja?" kata si pria tua sambil terkejut Si anak pun terbangun "Ada apa" tanya si anak Si anak pun melihat si gadis "Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana ya" kata si anak "Aku belum pernah melihatmu" kata si gadis "Astaghfirullah aku baru i...

Semakin - Season 2 - Episode 14

Episode 14 "Tapi kali ini bukan kita yang menegurnya" kata teman si remaja "Lantas siapa" kata si anak "Pacarnya itu" kata teman si remaja "Aku ini rumahnya bersebelahan dengan pacarnya, tapi aku merahasiakan itu darinya" lanjut teman si remaja "Aku melihat akhir-akhir ini si pacarnya itu sudah berubah menjadi seseorang yang baik. Mungkin saja dia bisa merubah sifat temanku ini" lanjut teman si remaja ini "Baiklah, kita akan memanggilnya, tapi tidak sekarang. Aku benar-benar mengantuk" kata si anak Si anak pun tidur lagi dengan nyenyak. "Anak ibu ini cerdas ya, padahal dengan melihat dirinya yang di masa depan jauh berbeda" kata teman si remaja "Aku juga bingung, bagaimana dirinya bisa sejahat itu" lanjut teman si remaja "Katanya aku punya ponsel padahal tidak, aku adalah termasuk keluarga yang kurang mampu, setiap hari, banyak yang ku pinta ke pacar temanku ini. Dulu dia tidak mau memberikan apa-apa. ...

Semakin - Season 2 - Episode 13

Episode 13 "Kenapa dia tidak bilang-bilang" kata si ibu "Mungkin dia terlalu sibuk, mengubah beberapa orang" kata si pria tua Teman si remaja terbangun dan berkata "Kata siapa temanku berubah" Si anak mendengarnya dan berkata "Pantesan dia masih melakukan hal yang tidak baik" "Duduk disini" kata si ibu sambil sedikit kekanan dan memindahkan anaknya ke ujung sofa "Memangnya kenapa dia tidak bisa berubah" tanya si ibu "Ya, dia itu orang yang keras kepala. Sudah dilarang jangan mabuk oleh ibunya, masih saja. Dan ketemu seorang gadis yang bersifat tidak baik juga. Itulah yang membuat sifatnya sangat jahat" kata teman si remaja "Dia pernah mengatas namakan dirimu, untuk memberi tahu pekerjaannya yang menghasilkan uang palsu itu" kata si anak dengan suara yang lemah "Memangnya apa katanya" tanya teman si remaja "Dia melihatmu main permainan di ponsel mu, lalu dia katanya terinspirasi oleh permainan...

Semakin - Season 2 - Episode 12

Episode 12 Terdengar suara langkah di kamar si anak, ketika dia menghadap kebelakang, ternyata ada teman si remaja di kamarnya. Teman si remaja langsung kabur ke ruang utama. Terjadilah kejar-kejaran. Namun si ibu melihat teman si remaja itu lari dan dihalangi. Dan kemudian teman si remaja itu ditinju di perut dan pingsan. Si anak akhirnya muncul di ruang utama, dia sangat kelelahan, kemudian dia duduk disofa. "Biarkan dia istirahat" kata si pria tua Si anak pun tertidur. Si ibu pun kembali duduk di sofa. "Melihat anakku, aku teringat pertanyaanku bulan lalu" kata si ibu "Memangnya apa pertanyaannya?" tanya si pria tua "Siapa yang membuat portal itu" kata si ibu "Aku" kata si pria tua "Apa" kata si ibu dengan suara sedikit nyaring "Sstt.... Jangan terlalu keras, pelankan suaramu, nanti tidur anakmu terganggu" kata si pria tua "Aku melihat dirimu sangat perhatian dengan anakku, memangnya, siapa dirimu" tanya...