Langsung ke konten utama

Postingan

Sahabat - Bagian Bonus

"Pak Dane, apakah anda lupa?. Dia sudah kelas 3 SMP, minggu depan UN" kata kepala sekolah "Astaghfirullah, iya ya. Baru ingat saya" kata pak Dane "Baiklah, kalau begitu, kami akan ikut" lanjut pak Dane "Ikut kemana?" kata Hafidh "Ke rumahmu, kemana lagi?" kata pak Dane "Aku ikut juga, sudah lama aku tidak mengunjungi rumahmu" kata Radit "Silahkan" kata Hafidh sambil tersenyum . Dikarenakan rumah Hafidh yang sebenarnya dekat, mereka (Hafidh, Radit, Kepala Sekolah, Pak Dane dan adiknya) hanya jalan kaki menuju rumah Hafidh, dan Radit yang mendorong kursi roda "Sudah kubilang Dit, aku bisa sendiri" kata Hafidh "Aku takut kursi rodanya jalan sendiri dan kamu tidak mampu menghentikannya" kata Radit "Baiklah" kata Hafidh . - Setibanya di rumah Hafidh - "Fidh, ini rumahmu?. Terakhir kali aku melihat rumahmu, rumahmu masih utuh. Kenapa sekarang agak hancur?" tanya Radit "Rumah ini...

Sahabat - Bagian 12 (Edisi Spesial)

"Sudah kubilang, aku tersandung" kata Hafidh "Sudah kubilang juga, kau jangan berbohong, Fidh" kata kepala sekolah "Apa maksud anda, pak kepala?" kata Radit "Mr. Dane, tell him that Hafidh was tackled" kata kepala sekolah "Anda tidak perlu menerjemahkan nya, pak Dane" kata Radit "Apa maksudmu?" kata pak Dane "Walau kami baru berteman 2 tahun setengah, tapi kami sudah berbagi banyak hal" "Termasuk Bahasa Inggris" "Aku paham, bahwa dia di-tackle" "Pertanyaanku hanya satu, oleh siapa?" tanya Radit "Siswa disana cukup banyak, aku tidak dapat mengingat semuanya" kata kepala sekolah Kepala Sekolah pun berdiri "Tunggu sebentar" kata pak Dane Pak Dane mengambil sesuatu di bagasi mobilnya . "Sebenarnya apa tujuanmu, Dah?" tanya Kepala Sekolah "Tujuanku adalah memusnahkannya sekaligus kau" kata Bu Idah sambil menodong pistol lagi "Tunggu juga sebentar...

Sahabat - Bagian 11

Izul pun (ceritanya) memeluk ibunya, dia seperti berbicara kepada ibunya sambil menujuk Hafidh. Radit pun menyadari sesuatu, kemudian dia berbisik kepada Hafidh. "Nyawamu sepertinya terancam lagi" bisik Radit "Apa maksudmu?" balas Hafidh "Mereka sepertinya merencanakan sesuatu yang buruk kepadamu" bisik Radit lagi sambil memandang Izul Tiba-tiba, di belakang mereka sudah ada Kepala Sekolah "Mengapa dia ada disini" kata Kepala Sekolah "Apa maksud bapak?" tanya Radit "Kami sudah lama bercerai bahkan kami sampai pisah rumah. Sudah lama Izul ikut bapak, tapi beberapa bulan ini, bapak merasa ada yang aneh, ternyata Izul lebih memihak ibunya yang jahat entah kenapa" kata Kepala Sekolah "Sudah kubilang kan Fidh?" tanya Radit Hafidh hanya mengangguk Kepala Sekolah pun mendekati mereka "Apa yang kau mau, Dah?" kata Kepala Sekolah "Ya, aku hanya membalaskan anakmu" kata Bu Idah (Ibu Izul) "Apa maksudmu...

Sahabat - Bagian 10

Tiba-tiba, Hafidh sadarkan diri. Radit pun kaget sampai terloncat mundur dan terbentur pintu "Aduh" kata Radit "Dimana aku...." tanya Hafidh "Kau sedang di UKS, Fidh" kata Bu Anna "Siapa yang membawaku kesini?" tanya Hafidh lagi "Temanmu, Ibu tidak tau namanya" jawab Bu Anna Hafidh pun bangun, dan melihat Radit di pintu sambil mengelus-ngelus punggungnya "Kau ini, mengagetkanku saja" kata Radit sambil cemberut "Hehe. Maaf. Tapi, terimakasih" kata Hafidh sambil tersenyum Radit pun langsung tersenyum Clak Bunyi tetes darah yang terkena keramik lantai UKS Hafidh pun menyentuh pipi kirinya dengan tangan kiri, dia melihat telapak tangannya penuh darah "Tunggu sebentar" kata Bu Anna Bu Anna membuka kotak P3K dan mengambil plester dan kapas. Bu Anna pun menyapukan kapas itu ke pipi kiri Hafidh, dan meletakkan plester di luka itu. "Terimakasih" kata Hafidh "Sama-sama" kata Bu Anna sambil terseny...

Sahabat - Bagian 9

"Banyak kejadian yang tak pernah kita sangka ya, Dit" kata Hafidh "Yang pastinya sekolah ini agak angker ditambah segala penembakan yang ada" kata Radit . "Mengapa kau melakukan tembakan tadi" tanya Pak Dane di mobilnya "Aku disuruh oleh seseorang" kata Fajri "Kukira disana masih ada Kepala Sekolah" lanjut Fajri . "Tenanglah Zul, kau masih bisa memanggil beliau 'Yah', mungkin beliau hanya tidak menganggap kamu sebagai anak" kata Hafidh "Itu kan sama saja" bisik Radit "Diamlah" kata Hafidh sambil berkedip Izul pun berhenti memegang kepalanya. Dia sedikit senyum, dan Bukk! Pukulan keras melayang dari tangan Izul dan membuat Hafidh agak knock-out . Radit pun menyambut tubuh Hafidh yang (sepertinya) tidak sadarkan diri. Darah pun bercucuran dari pipinya. "Orang baik-baik membuatmu berhenti menangis, malah kau hajar" kata Radit Izul pun lari begitu saja "Ada apa dengannya?" kata Radit...

Sahabat - Bagian 8

Pak Dane membuka pintu lebar-lebar untuk jaga-jaga, kemudian dia melihat ke luar "Tidak ada apa-apa" kata Pak Dane "Wah, kau hebat Dit" kata Hafidh kepada Radit "Itu hanya kebetulan" kata Radit tersenyum simpul "Ya, ada apa Dit?" tanya Pak Dane "Saya belum paham pak, boleh saya bertanya" kata Radit "Ya, tentu" kata Pak Dane menyambutnya dengan senang hati . "Anak macam apa itu" kata Kepala Sekolah sambil berjalan cepat dengan geram "Ah sial!. Target bergerak terlalu cepat!" kata seseorang menelpon "Ternyata kau" kata Pak Dane sambil memegang pinggangnya Hafidh dan Radit pun melihat lewat jendela "Fajri....." kata Pak Dane "Apa yang kau lakukan disini" lanjut Pak Dane "Aku hanya melakukan tugasku" kata Fajri Fajri, adalah teman lama Pak Dane yang berkhianat setelah sekian lama pertemanan mereka itu. Sekarang, Fajri adalah salah satu orang yang agak dibenci Pak Dane. ...

Sahabat - Bagian 7

"Izul!" teriak Pak Dane membangunkan Izul Namun Izul tidak bangun-bangun juga. Radit pun sedikit tertawa. Tiba-tiba Pak Dane melihat ke arah semua siswa, dia menutup mulutnya dengan telunjuknya, menandakan untuk diam. Kelas 9 pun menjadi sunyi secara tiba-tiba. Pak Kepala Sekolah memasuki kelas 9, ternyata beliau menunggu diluar dari tadi Beliau mencoba membangunkan Izul, Izul sepertinya bangun namun matanya masih terpejam, seperti menolak untuk dibangunkan. Namun Izul bangun, dia membuka matanya dan dia kaget karena ada Pak Kepala Sekolah dihadapannya. Semua murid pun tertawa, Pak Dane juga. "Benar kan?" kata Pak Dane kepada Kepala Sekolah Kepala Sekolah menyahutnya dengan anggukan "Ada apa kau ini, gurumu sedang menjelaskan, malah tidur kau ini" kata Kepala Sekolah memarahi Izul "Penjelasan terlalu panjang, kurang jelas lagi, ditambah mataku ngantuk, tidur aja" kata Izul dengan santainya "Kalau penjelasannya kurang jelas, nanya dong!!. Jan...