Langsung ke konten utama

Postingan

Sahabat - Bagian 3

Bagian 3 "Emangnya ada apa sih?" tanya Radit "Bukannya ruangan itu tidak terawat dan dikunci, pasti bagian dalam tidak terawat. Ketika kau membersihkan jendela dari luar, bukannya orang sering membersihkan jendela biasanya. Berarti debu itu dari dalam. Lah, kenapa bisa bersih jika kamu membersihkannya dari luar?" kata Hafidh "Bener juga. Sepertinya kamu berbakat jadi detektif, Fidh. Tunggu dulu, berarti..." kata Radit "Hantu..." kata Hafidh dan Radit sambil langsung berlari Juli 2014 2 tahun setelah kejadian itu, sudah kelas 3 mereka, namun bukannya lebih baik, keadaan makin buruk Kebandelan murid-murid bandel sungguh sangat mengganggu ketenangan kelas Seandainya Hafidh dapat menegur, tapi alangkah kasiannya dia bukan Ketua Kelas. Hafidh pun keluar dari kelas sebentar, sepertinya ke toilet, kemudian Radit mengikuti Ruangan toilet terbagi dari 2 bagian, toilet dan tempat cuci tangan Hafidh ke toilet hanya untuk mencuci tangan dan membasuh kepalany...

Berita Tentang Blog Ini

Hari ini saya hanya memberitahu bahwa saya akan merombak (baca: merubah keseluruhan) penjadwalan cerita yang akan datang Seperti yang kalian tau (mungkin), menurut penjadwalan , saya post setiap hari Mulai senin, saya tidak lagi post setiap hari, dan 1 hari 1 episode, tapi 2 cerita (pasti tidak paham) Terimakasih atas perhatiannya, dan baca terus, serta sesekali ngebantu ngeklik iklan Saya juga pengen pulsa :v

Semakin - Season 3 - Episode 8

Episode 8 Sesampainya di sekolah "Sekolah ini ditutup" Tertulis di kertas yang ditempelkan di gerbang yang tertutup "Apa?" kata Iwan "Aku lebih baik menanya orang disekitar" lanjut Iwan Iwan pun mulai menanya orang disekitar, akhirnya, semua orang berkata, sekolah ini benar-benar ditutup "Pulang saja lah" kata Iwan "Assalamu Alaikum" kata Iwan sambil memasuki rumahnya "Wah, kok pulang" kata ibunya yang baru saja selesai berseragam untuk bekerja "Iya nih bu, sekolahnya ditutup" kata Iwan Ibu Iwan pun mengingat sesuatu "Astaghfirullahal Azhim, ibu lupa memberitahu dirimu tentang itu, padahal kemarin ada laporan tentang berita itu" kata Ibu Iwan "Apa beritanya" kata Iwan "Ya, sekolah itu ditutup" kata Ibu Iwan "Ah sudahlah, mungkin sudah takdir ku, tidak bisa bersekolah" kata Iwan Tiba-tiba muncul dari kamarnya, si Remaja "Tapi kau tetap bisa belajar, nanti ku ajarkan beberap...

Semakin - Season 3 - Episode 7

Episode 7 Mereka pun memasuki portal "Hah, kembali ke rumahku lagi?" kata Iwan "Emang disini?" lanjut Iwan "Lah, bukannya kamarmu kotor tadi?" kata Azmi "Hooh" kata Iwan "Kenapa sekarang bersih?" kata Azmi "Aku juga tidak tau" kata Iwan "Dia disini" kata Azmi Kemudian Iwan duduk di ranjangnya karena kecapaian Azmi menggeser lemari hingga menutup portal "Bukannya gelap, malah silau bro" kata Iwan Azmi menghiraukannya, dia membuka pintu lemari dan "Kak Dinda?" kata Iwan "Bagaimana mungkin kamu ada disini?" tanya si Remaja "Padahal aku baru saja bersembunyi di belakang lemari, tidak sadar aku ada dia" kata si Remaja "Hanya sedikit trik" kata Dinda "Yang pastinya, aku berterima kasih kepada orang tua Iwan karena telah mau bekerja sama untuk........" "Ulang Tahunmu" kata orang tua Iwan sambil memasuki kamar Iwan dan membawa nasi putih "Untuk tidak ...

Semakin - Season 3 - Episode 6

Episode 6 "Aduh, punggungku" kata Nawi "Apakah kau tidak apa-apa" kata Iwan "Ya, aku tidak apa-apa" kata Nawi dengan suara keras sambil meninggalkan ayahnya dengan jalan yang tertatih-tatih menuju portal -- "Aku sungguh tidak percaya anak kecil sudah punya anak" kata Azmi, bicara kepada si Remaja "Mungkin bro, dengan portal ini yang dari masa depan bisa kemasa lalu" kata si Remaja "Entahlah, aku masih bingung" kata teman si remaja -- Tok Tok Tok "Assalamu Alaikum" teriak orang tua Iwan dari luar Iwan pun berlari dari kamarnya menuju pintu "Wa Alaikumus Salam" kata Iwan sambil membuka pintu "Tidak biasanya kalian se-awal ini pulang bekerja" lanjut Iwan "Hari ini kami diberi keringanan oleh Bos" kata Ayah Iwan "Oh ya, berita bagus apa yang ada hari ini" kata Iwan "Sebenarnya tidak bagus sih, ada penculikan seorang gadis, nah fotonya" kata Ibu Iwan "Bukankah ini Kak...

Sahabat - Bagian 2

Bagian 2 "Silahkan masuk" lanjut Hafidh "Siapa itu" tanya Ibu Hafidh "Teman sekelas, bu" kata Radit "Bukan lagi sekelas, sebangku, Ibu Hafidh, hehe" kata Radit "Tumben belum ganti baju" kata Radit "Iya nih, kecapaian" kata Hafidh "Lah, kenapa kecapaian, bukannya tadi sebentar saja di sekolah?" kata Radit "Panas bro" kata Hafidh "Bener juga" kata Radit "Kita ke teras aja" kata Hafidh "Oke" kata Radit "Silahkan duluan, aku ganti baju dulu" kata Hafidh "Oke" kata Radit Radit pun menunggu di teras, sementara Hafidh ganti baju Beberapa saat kemudian "Maaf lama menunggu" kata Hafidh "Eh, tidak apa-apa" kata Radit "Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke sekolah, lagipula tidak ada kerjaan kan?" kata Hafidh "Iya nih" kata Radit Hafidh pun masuk sebentar ke rumah dan berkata, "Bu, aku jalan-jalan sebentar" "Oke, tap...

Sahabat - Bagian 1

Bagian 1 Percakapan mereka terganggu karena kedatangan satu orang "Hai dit" kata orang tersebut "Hai zul" kata Radit Hafidh pun menengok orang itu, kemudian bertanya, "Siapa dia?" "Dia Izul, teman sebangkuku dulu di SD" kata Radit Izul pun mendekat kepada mereka, kemudian menyalami Hafidh dan berkata, "Perkenalkan, namaku Izul" "Namaku Hafidh, senang berkenalan denganmu" kata Hafidh dengan wajah tersenyum "Kok masih sepi" tanya Izul "Entahlah, mungkin kita terlalu pagi datang kesini" kata Radit "Mungkin saja" kata Izul 45 Menit Kemudian "Selamat pagi Anak-Anak" kata kepala sekolah Ya, mereka sedang upacara, dan upacaranya hampir berakhir, hanya tersisa pengumuman saja lagi "Seperti yang kita tahu, sekarang kita memasuki tahun ajaran baru. Tahun ini murid yang memasuki sekolah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Jadi para kakak kelas, harap lebih ramah kepada murid-murid baru...