Langsung ke konten utama

Postingan

Semakin - Season 2 - Episode 20

Episode 20 "Aku kemaren mabuk lagi, dan tidak sengaja....." kata si remaja "Membunuh istriku" kata si pria tua "Tunggu, apa?" kata si ibu "Bagaimana bisa" kata si anak "Akhir-akhir ini, portal eror, katanya istriku ingin menjenguk kalian, malah muncul dekat bar" kata si pria tua "Darimana kau tahu dia muncul di dekat bar" tanya si anak "Aku melihatnya" kata si gadis "Tapi apalah daya" lanjut si gadis "Kami turut berduka" kata si ayah --- Tok tok tok "Siapa itu" kata si ibu "Biar aku saja yang membuka" kata si ayah Ternyata itu adalah bosnya "Ini sedekah dari kami" kata si bos "Tapi darimana anda mendapatkan uang ini" tanya si ayah "Ini adalah uangmu" kata si bos "Tunggu, berarti..." kata si ayah "Ya, selama ini aku menyamar menjadi supir taksi yang selalu kamu naiki" kata si bos "Terimakasih banyak, mau masuk" kata si ...

Semakin - Season 2 - Episode 19

Episode 19 Semuanya menjadi tenang sejak saat itu. Waktu pun terus menerus berlalu. Hingga Idul Fitri. Sepulang dari masjid, keluarga ini dikejutkan dengan banyak makanan dan cemilan di meja didepan sofa. "Siapa yang meletakkan ini" tanya si anak "Kita semua kan pergi ke masjid, siapa juga dari kita yang bisa meletakkan ini" kata si ayah Tiba-tiba muncul si remaja. "Kau yang menyediakan ini" tanya si anak "Tidak, aku hanya mengantarkan kesini. Bukan aku yang membuatnya" kata si remaja "Lantas, siapa?" tanya si anak lagi "Mereka" kata si remaja Dan muncullah si pria tua, si gadis, dan teman si remaja "pria tua itu bagian resepnya, temanku mencari bahan-bahannya ditoko, dan pacarku yang memasak itu" kata si remaja "Jadi adil gitu" kata si ayah "Ayo kita duduk" kata si ibu Mereka pun duduk sambil nonton tv dan sambil makan cemilan "Ini enak sekali" kata si anak "Aku jadi teringat kita ...

Semakin - Season 2 - Episode 17

Episode 17 "Orang-orang ini adalah yang berkaitan dengan si remaja, kecuali si pria tua ini, dia adalah anak kita dimasa depan" kata si ibu "Oke" kata si ayah Allahu Akbar, Allahu Akbar Sudah terdengar azan ashar "Kami pulang dulu, ya" kata teman si remaja dan si gadis "Silahkan" kata si pria tua "Tunggu, kau tinggal disini?" kata si ayah "Tidak, aku juga punya rumah" kata si pria tua "Lantas, mengapa kau tetap disini?" kata si ayah "Aku sedikit bingung, orang yang sama, tapi sifatnya bisa berbeda, berbeda denganku, berbeda dengan si remaja" kata si pria tua "Ah sudahlah, aku pulang dulu" lanjut si pria tua "Oke" kata mereka Rumah menjadi sunyi "Nak, ayo bangun" kata si ibu Si anak pun bangun. "Ada apa" kata si anak "Sudah Ashar" kata si ibu Si anak pun pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu si ayah. Si anak shalat di kamarnya, setelah shalat dia kemb...

Semakin - Season 2 - Episode 16

Kuis Jawaban : Kameramen Penjawab : - Episode 16 "Sambil membawa si remaja tadi, aku melihat dia membawa pisau ditangan kirinya, kemudian terlepas dan tiba-tiba dia tersadar." lanjut si gadis "Tunggu, pisau?. Apakah pisau itu sudah berdarah?" tanya si pria tua "Aku tidak bisa melihat kiri-kanan karena gelap, aku hanya bisa melihat ke depan. Karena rumahku lurus saja dari gang disana." kata si gadis "Mengapa memilih gang, padahal ada jalan, jalannya itu terang" kata teman si remaja "Sekali-kali" kata si gadis "Kok jadi begini masalahnya, ruwet bener" kata si ibu Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti. Si ayah terlihat keluar dari mobil itu dan memberi uang. "Assalamu Alaikum" kata si ayah sambil membuka pintu "Wa alaikum salam" kata mereka serentak sambil menengok kebelakang. "Ayo sini, duduk, masih ada jarak disofa" kata si ibu sambil memindahkan kepala si anak ke pangkuannya "Ah, tidur ter...

Semakin - Season 2 - Episode 15

Episode 15 Sang ibu pun pergi ke kamar si anak, dan si ibu melihat seorang gadis. "Saya kira dirumah ini orangnya tidak ada" kata si gadis "Darimana kamu muncul" tanya si ibu "Tadi aku ke rumah pacarku, ternyata tidak ada di ruang tamu, aku pun masuk ke dapur dan melihat portal dan tadi aku sempat menjatuhkan lemari itu, namun kuletakkan ketempat semula" kata si gadis "Mari ke ruang tamu" kata si ibu "Hai" kata teman si remaja "Kau ada disini?" kata si gadis "Sudah daritadi" kata teman si remaja "Kalian saling kenal?" kata si ibu "Ya iyalah, dia itulah yang kita bicarakan tadi" kata teman si remaja "Pacar si remaja?" kata si pria tua sambil terkejut Si anak pun terbangun "Ada apa" tanya si anak Si anak pun melihat si gadis "Sepertinya aku pernah melihatmu, tapi dimana ya" kata si anak "Aku belum pernah melihatmu" kata si gadis "Astaghfirullah aku baru i...

Semakin - Season 2 - Episode 14

Episode 14 "Tapi kali ini bukan kita yang menegurnya" kata teman si remaja "Lantas siapa" kata si anak "Pacarnya itu" kata teman si remaja "Aku ini rumahnya bersebelahan dengan pacarnya, tapi aku merahasiakan itu darinya" lanjut teman si remaja "Aku melihat akhir-akhir ini si pacarnya itu sudah berubah menjadi seseorang yang baik. Mungkin saja dia bisa merubah sifat temanku ini" lanjut teman si remaja ini "Baiklah, kita akan memanggilnya, tapi tidak sekarang. Aku benar-benar mengantuk" kata si anak Si anak pun tidur lagi dengan nyenyak. "Anak ibu ini cerdas ya, padahal dengan melihat dirinya yang di masa depan jauh berbeda" kata teman si remaja "Aku juga bingung, bagaimana dirinya bisa sejahat itu" lanjut teman si remaja "Katanya aku punya ponsel padahal tidak, aku adalah termasuk keluarga yang kurang mampu, setiap hari, banyak yang ku pinta ke pacar temanku ini. Dulu dia tidak mau memberikan apa-apa. ...

Semakin - Season 2 - Episode 13

Episode 13 "Kenapa dia tidak bilang-bilang" kata si ibu "Mungkin dia terlalu sibuk, mengubah beberapa orang" kata si pria tua Teman si remaja terbangun dan berkata "Kata siapa temanku berubah" Si anak mendengarnya dan berkata "Pantesan dia masih melakukan hal yang tidak baik" "Duduk disini" kata si ibu sambil sedikit kekanan dan memindahkan anaknya ke ujung sofa "Memangnya kenapa dia tidak bisa berubah" tanya si ibu "Ya, dia itu orang yang keras kepala. Sudah dilarang jangan mabuk oleh ibunya, masih saja. Dan ketemu seorang gadis yang bersifat tidak baik juga. Itulah yang membuat sifatnya sangat jahat" kata teman si remaja "Dia pernah mengatas namakan dirimu, untuk memberi tahu pekerjaannya yang menghasilkan uang palsu itu" kata si anak dengan suara yang lemah "Memangnya apa katanya" tanya teman si remaja "Dia melihatmu main permainan di ponsel mu, lalu dia katanya terinspirasi oleh permainan...