Langsung ke konten utama

Postingan

Sahabat - Prolog

19 Juli 2012 Adalah awal dari segalanya Hari ini adalah hari pertama sekolah Pukul 5 pagi, Hafidh sudah bangun. Setelah mandi, makan dan mempersiapkan diri, dia langsung saja pergi ke sekolah Hafidh menyangka dia adalah orang yang paling cepat datang ke sekolah, ternyata tidak. Sudah ada 1 orang disana SMP Pelita, adalah sekolah pilihan Hafidh Sekolah yang tidak begitu jauh dengan rumahnya Dengan sepeda kesayangannya, dia pergi pagi-pagi "Halo, kamu akan sekolah disini" tanya Hafidh kepada orang yang datang lebih awal tadi "Tentu saja" kata orang tersebut "Boleh kenalan?" tanya Hafidh lagi "Boleh!. Namaku Radit, namamu siapa" kata orang tersebut "Namaku Hafidh. Ngomong-ngomong rumahmu dimana" kata Hafidh "Rumahku tidak jauh kok, di tepi sungai itu" kata Radit sambil menunjuk ke belakangnya "Oh..." kata Hafidh "Bagaimana dengan rumahmu, Fidh" kata Radit "Itu, di dekat jalan disana" kata Hafidh samb...

Semakin - Season 3 - Episode 4

Episode 4 Waktu terus berlalu, hingga saat penentuan, yakni kelulusan Ternyata Iwan mendapat rangking 1 sekaligus juara umum Sementara Nawi mendapat rangking 1 (dari bawah :v ) dan mendapat predikat siswa terbodoh di sekolah Ada apa sebenarnya dengan Nawi? - Saat Haulan Semua orang sudah pulang, kecuali keluarga Iwan, dan Nawi "Tok Tok Tok" bunyi pintu yang di ketuk Ayah dan ibu Iwan pun mendatangi tamu tersebut Sementara itu "Plak" suara tamparan keras "Kamu bukan ayahku" kata Nawi Astaga, berbau sinetron lagi ini -_- "Jangan tidak mengaku, aku melihat nama ayahmu saat kau membakar akta kelahiranmu. Itu namaku" kata Iwan "Mentang-mentang kita seperti seumuran, hanya kau yang datang dari masa depan, gak mengakui!!" lanjut Iwan "Pokoknya, aku tidak mau kau menjadi ayahku. Titik!!" kata Nawi "Cerdas sekali kamu" kata Iwan Lha, katanya "Cerdas sekali kamu". Kok jadi siswa terbodoh? "Yes, aku didoakan cerd...

Penghentian Cerita Semakin dan Rencana Penghidupan Cerita Indo Banget

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kali ini, saya akan memberitakan berita duka dan berita bahagia Kita mulai dengan berita duka dulu, yakni saya akan berhenti posting Semakin Mengapa? Ada 3 alasan yang cukup kuat, apa itu? 1) Tidak ada tanggapan Yap, saya menunggu komentar seseorang walau hanya "lanjut", dan karena inilah saya juga 2) Malas Seperti tidak semangat lagi mosting Semakin, dan juga 3) Dapat Komentar Pedas dari sesama penulis cerpen Komentar, adalah hal yang paling ku tunggu. Tapi komentar ini jauh berbeda dari komentar lainnya. Komentar tersebut bertuliskan "cerpennya susah dicerna". Saya sedikit tersinggung, tapi hal itu betul juga. Dikarenakan malas tadilah, apapun yang saya pikirkan langsung dituangkan dicerpen, tidak peduli nyambung atau tidak Sementara itu, berita bahagianya adalah "Member Legend WBID", Muhammad Febby Angga , ingin (menyambung/disambung) cerita Indo Banget. Indo Banget, sebuah tragedi yang sangat menggemparkan ...

Semakin - Season 3 - Episode 3

Episode 3 "Hah? Kamu udah punya anak" tanya si ibu kepada si anak "Kan dia dari masa depan, ya, mungkin kan" kata si anak "Bener juga" kata si ibu Haulan pun berakhir, dan mereka pun saling mengobrol Hingga...... Semua orang pulang, dan tersisa keluarga si anak "Mengapa kau tak bilang-bilang" kata si ibu "Ya, gimana caranya juga aku bilang kepada ibu" kata si anak "Bilang aja, ibu gak marah kok" kata si ibu "Oke, nanti jika hal seperti ini terjadi lagi" kata si anak Waktu terus berlalu, dan tibalah pagi hari, dimana si anak harus bersekolah "Aku pergi dulu, bu, juga yah" kata si anak Walau si anak memang baru bersekolah, tapi dia diletakkan ke kelas yang sesuai dengan umurnya, yakni kelas 6 Dan hari ini adalah hari pertama Ujian Nasional Entah mengapa, si anak mengerjakannya dengan santai tapi serius Dia hanya perlu menunggu hasilnya (nanti) - Di lain sisi Anaknya juga menghadapi Ujian Nasional, entah menga...

Semakin - Season 2 - Episode 18

Episode 18 "Alhamdulillah, masalah pada selesai, ya" kata si anak "Perasaan masih ada" kata si ibu "Apa itu" kata si anak "Kita belum mengetahui kabar si remaja" kata si ibu "Benar juga, ya" kata si anak ---- Dilain Sisi --- "Hm, baiknya sifat anak itu, andai aku punya anak seperti dia" kata si pria tua kepada dirinya sendiri "Tapi apalah dayaku, istriku sudah meninggal" lanjut si pria tua "Istriku tidak diketahui meninggal karena apa, atau jangan-jangan..." -- Disisi yang lainnya lagi -- "Kenapa kau bersedih" tanya si gadis kepada teman si remaja "Aku cuman bingung, padahal kita yang berteman sejak kecil, mengapa kau memilih temanku yang jahat itu" kata teman si remaja "Kau sudah tahu, aku hanya terpaksa" kata si gadis "Ya sudahlah" -- Di sisi lain -- "Ya Allah, aku sudah salah besar" kata si remaja "Maafkan aku Ya Allah, aku baru sadar" lanjut si...

Semakin - Season 3 - Episode 2

Episode 2 Portal terbuka kembali, dengan ada orang yang muncul dari portal tersebut. Ternyata yang muncul dari tersebut adalah anak si pria tua, alias anaknya dari si anak (?) "Untuk apa kau kesini" kata si anak - Beberapa tahun yang lalu.... "Hadeh, kotornya tempat ini" Yap, si anak sedang berada di rumah si pria tua Si anak pergi ke dapur, ternyata ada orang yang mengotori rumah. "Hei!" seru si anak Orang itupun langsung kabur Namun dia mau membakar sesuatu, dan dapat dibatalkan oleh si anak. Ternyata yang mau dibakar orang tersebut adalah akta kelahiran. Dia pun melihat akta kelahiran tersebut, dan tidak disangka dia adalah ayah dari orang tersebut "Gak kusangka akan seperti ini" kata si anak - Saat ini "Maaf kan aku, yah" kata anak dari si anak "Tunggu, apa" kata si ayah dan si ibu "Kacau kan" kata si anak Si anak dari si anak pun bergabung haulan tersebut Ya, ceritanya sungguh jadi kacau di season 3 ini Bersambu...