Langsung ke konten utama

Semakin - Season 2 - Episode 4

Episode 4


Si anak kecil teringat yang dilakukan ibunya. Kemudian dia menendang si remaja di perut, sementara mereka tukar tempat. Terdengar suara yang membuat si remaja lengah. Dia melakukan spear, dan mereka pun terdorong ke portal, dan mendorong lemari yang menghalangi portal. Si ibu melempar guling ke si remaja dan dia terdorong ke portal. Kali ini, portal benar-benar di amankan.
"Ibu beritahukan, itu bukan guling" kata si ibu
"Itu temannya, untung ibu masih bisa" lanjut si ibu
"Mungkin dia bohong" kata si anak
"Pekerjaan resminya, penculik anak, kemudian dia jual. Kau beruntung karena selamat" kata si ibu
"Oh ya, uang yang dia berikan itu uang palsu" lanjut si ibu
"Aku kira dia sudah taubat" kata si anak
"Ah sudahlah" lanjut si anak
Tok tok tok
Pintu berbunyi lagi
"Kali ini giliranku" kata si anak
Si anak membuka pintu
"Ternyata ada kesalahan" kata rentenir
"Kesalahan apa?" kata si anak
"Ternyata tagihan sudah dibayarkan oleh ayahmu, dan sudah lunas" kata rentenir
"Terima kasih" kata si anak
Si anak kembali ke kamarnya
"Ada apa" tanya si ibu
"Tagihan kita sudah lunas" kata si anak
"Siapa yang membayarnya?" tanya si ibu lagi
"Ayah" kata si anak

Bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Bertopeng dari Surga - Bagian 10

Sekarang, pria bertopeng itu berada di area peperangan. Dia membawa busur dan panah miliknya, mengambil di pohon yang puncaknya sudah terbakar akibat tersambar petir. Terompet ditiupkan, suaranya menggema. Peperangan dimulai dan dengan biadabnya para prajurit negara api menyerang lebih dahulu. Suara pedang beradu mericuhkan suasana. Pria bertopeng juga menarik pedang dari sabuknya dan mulai bertarung. Doúlos sedang berada di puncak benteng merasa khawatir karena melihat prajuritnya berguguran di tangan pria bertopeng itu. Dia membuka sebuah buku di tangannya. Sepertinya mengandung mantra yang sering digunakan mendiang Kalós. “Kaíne to!” Sebuah panah mengenai mahkota Kalós dan jatuh dari atas benteng. Fotía ternyata berada di sana dan berhasil menangkapnya kemudian berlari. Doúlos melepas perisai wajahnya untuk ke bawah, “Rupanya kamu!” Dia mencoba untuk memerintahkan pasukannya menyerang Fotía yang mencoba berlari....

Pria Bertopeng dari Surga - Bagian 9

“Kalahkan dia!” ucap Fotía. Pria itu hanya tersenyum. *** “Sudah kubilang, itu dia!” Seorang warga itu terus menunjuk. Mereka sedang beristirahat dalam peperangan dan akan berlanjut setelah terompet ditiup pasukan negara api. “Tuan, tolonglah kami!” Dia menghadang kuda putih itu. “Temukan dulu aku dengan raja di istana air.” “Beliau sudah meninggal tuan.” “Nampaknya aku terlalu lama perg–Bagaimana dengan ratu? Temukan aku dengannya.” Pria itu dituntun menuju istana kerajaan air. Warga yang bersamanya berniat untuk kembali ke area perang. “Siapa dirimu?” tanya Evdaimonía. Ergodótis masih ada di sana. “Anda tidak perlu tahu saya. Saya ingin bertemu dengan ahli tafsir dan anda tahu dimana beliau.” Evdaimonía dan pria itu turun ke bawah tanah istana. Ergodótis mengikuti mereka. “Kamu! Terima kasih telah datang, tuan. Bantulah kami.” “Siap...

Semakin - Season 2 - Episode 16

Kuis Jawaban : Kameramen Penjawab : - Episode 16 "Sambil membawa si remaja tadi, aku melihat dia membawa pisau ditangan kirinya, kemudian terlepas dan tiba-tiba dia tersadar." lanjut si gadis "Tunggu, pisau?. Apakah pisau itu sudah berdarah?" tanya si pria tua "Aku tidak bisa melihat kiri-kanan karena gelap, aku hanya bisa melihat ke depan. Karena rumahku lurus saja dari gang disana." kata si gadis "Mengapa memilih gang, padahal ada jalan, jalannya itu terang" kata teman si remaja "Sekali-kali" kata si gadis "Kok jadi begini masalahnya, ruwet bener" kata si ibu Tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti. Si ayah terlihat keluar dari mobil itu dan memberi uang. "Assalamu Alaikum" kata si ayah sambil membuka pintu "Wa alaikum salam" kata mereka serentak sambil menengok kebelakang. "Ayo sini, duduk, masih ada jarak disofa" kata si ibu sambil memindahkan kepala si anak ke pangkuannya "Ah, tidur ter...