Langsung ke konten utama

FAQ : Tentang Cerita Semakin

Apa itu FAQ?


FAQ adalah singkatan dari Frequently Asked Question yang berarti pertanyaan yang sering ditanyakan. Kali ini saya akan menjawab beberapa pertanyaan yang saya terima.

Apa itu Cerita Semakin


Baca Sinopsis atau penjelasannya disini

Darimana anda menemukan ide untuk membuat cerita Semakin ini?


Secara aneh, ide ini berasal dari sekolah. Ketika perempuan membicarakan "Uttaran" dan beberapa laki-laki membicarakan "Super Dede". Dan aku ngobrol dengan teman sebangkuku bahwa aku kurang menyukai sinetron. Namun aku mengatakan aku sangat menyukai Drama Turki "Elif". Dan aku berkata acara itu jika selesai suatu masalah, muncul lagi masalah yang lain, dan itu membuat hidup mereka Semakin Sulit. Jadi ide awal saya adalah "Semakin Sulit" namun entah kenapa, ketika merancang sinopsisnya, Si anak kecil ingin membuat mudah hidupnya, otomatis jadi Semakin Mudah, namun masalah selalu menerpanya, saya kebingungan membuat judul, dan akhirnya jadilah judul Semakin.

Apa Genrenya?


Dulu saya berfikiran bahwa cerita ini Fakta-Fiksi. Namun ada sedikit kata-kata bijak didalam cerita, maka saya namai genrenya CerMah(CERita ceraMAH)
Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan berkomentar. Insya Allah akan saya jawab dan mungkin saja masuk FAQ ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Bertopeng dari Surga - Bagian 10

Sekarang, pria bertopeng itu berada di area peperangan. Dia membawa busur dan panah miliknya, mengambil di pohon yang puncaknya sudah terbakar akibat tersambar petir. Terompet ditiupkan, suaranya menggema. Peperangan dimulai dan dengan biadabnya para prajurit negara api menyerang lebih dahulu. Suara pedang beradu mericuhkan suasana. Pria bertopeng juga menarik pedang dari sabuknya dan mulai bertarung. Doúlos sedang berada di puncak benteng merasa khawatir karena melihat prajuritnya berguguran di tangan pria bertopeng itu. Dia membuka sebuah buku di tangannya. Sepertinya mengandung mantra yang sering digunakan mendiang Kalós. “Kaíne to!” Sebuah panah mengenai mahkota Kalós dan jatuh dari atas benteng. Fotía ternyata berada di sana dan berhasil menangkapnya kemudian berlari. Doúlos melepas perisai wajahnya untuk ke bawah, “Rupanya kamu!” Dia mencoba untuk memerintahkan pasukannya menyerang Fotía yang mencoba berlari....

Pria Bertopeng dari Surga - Bagian 8

Pria itu bersiul memanggil kudanya. Seekor kuda putih berlari mengejar pria itu. Mereka terus berlari sampai sang pria menaiki kudanya. “Aku merasa pernah melihat kuda itu, tapi milik siapa?” tanya seorang warga dari negara air. *** Fotiá sedang di kamar, menyisir rambutnya. Tiba-tiba seseorang pria mendobrak pintunya dan masuk. Fotia akan berteriak namun mulutnya ditutup. “Tenanglah, kamu mengenalku.” Dia adalah pria yang berlari tadi. Entah bagaimana caranya bisa mencapai istana api. Dia membersihkan dedaunan di wajahnya dan Fotiá terlihat kaget. “Kenapa kamu ada disini?” “Aku ingin berlindung sebentar. Dimana ayahmu?” “Ayahku meninggal, dibunuh Doulós. Sekarang dia mengangkat dirinya sendiri sebagai raja.” Fotiá terlihat sangat marah. “Aku turut berduka cita. Dimana dia?” “Benteng,” jawab Fotiá singkat. “Apa yang dia lakukan disana?” “Perang dengan ...

Pria Bertopeng dari Surga - Bagian 9

“Kalahkan dia!” ucap Fotía. Pria itu hanya tersenyum. *** “Sudah kubilang, itu dia!” Seorang warga itu terus menunjuk. Mereka sedang beristirahat dalam peperangan dan akan berlanjut setelah terompet ditiup pasukan negara api. “Tuan, tolonglah kami!” Dia menghadang kuda putih itu. “Temukan dulu aku dengan raja di istana air.” “Beliau sudah meninggal tuan.” “Nampaknya aku terlalu lama perg–Bagaimana dengan ratu? Temukan aku dengannya.” Pria itu dituntun menuju istana kerajaan air. Warga yang bersamanya berniat untuk kembali ke area perang. “Siapa dirimu?” tanya Evdaimonía. Ergodótis masih ada di sana. “Anda tidak perlu tahu saya. Saya ingin bertemu dengan ahli tafsir dan anda tahu dimana beliau.” Evdaimonía dan pria itu turun ke bawah tanah istana. Ergodótis mengikuti mereka. “Kamu! Terima kasih telah datang, tuan. Bantulah kami.” “Siap...